Posts

keluhku

Hai semua pembaca poetrider, mungkin dari sekian banyak postinganku pasti selalu tersebut seseorang yang selalu sama. Yup, dia the best narsis banci poto worst mooders but so wise, and the most importante is her nauli (kecantikannya) either inside or no doubt outside. Hehehe... ini bukan muji kk sendiri tapi selama aku di jakarta merantau, selain dengan tim finance ku yaitu kk Nora dan bang Her, aku lebih suka banget ngobrol ma kk ku ini. Kalo ma bang Her aku cuma ngomongin masa depan, mencari solusi masalah, ya sebagian besar masalah logika deh tapi tetap interesting. Ma kk Nora, paling sering sih kena omel karena lelet waktu ngerjain tugas kantor but sometimes she show her care to me (khususnya) with low voice but tegas getoh. Jadi kalo aku dah mulai rada ga bener kerjanya atau kondisi pisik menunjukkan gejala icu, dia pasti akan segera nunjukin tapi tetep dengan ngomel hahahaha. Jadinya aku kadang ngerasa aneh kalo di ruang finance, sama aja kaya rumahku di medan. Back to kk na...

Letih

Letih Jiwa dalam jaga Mengingat kau di sana Terkatup mata dalam jaga Membayangkan wajahmu di sana Debar jantung terasa melambat Karena cintamu yang erat merekat Tawa lemah kulepaskan Sekedar melepas rindu yang tertahan Remuk redam jiwa terasa Membayangkan dirimu sendiri di sana Rinduku kian terasa Ketika tak juga menyapa Ketika kau tak kunjung juga berkata Bahwa kau juga sama ps: khusus tuk kk ku inikah yang kk rasakan saat ini??

Kasih...Dengarlah

Puisi berikut kutujukan untuk semua bloggers pada umumnya dan untuk yang kuhormati pada khususnya *kok kaya pidato aja seh* Dengarlah kasih Dengar jeritan tangis Dalam nada parau kebingungan Dalam lembah kesendirian di persimpangan jalan Lihatlah kasih Lihat luka di relung jiwa Relung yang dulu selalu kau singgahi Dalam suka dan duka Dalam cinta dan cita Takkah kau pahami wahai sang pecinta Betapa tajam senyum manismu mengoyak hatiku Betapa keras tatapanmu yang melumpuhkanku Betapa dalamnya jurang yang kau hadirkan Tuk kusebrangi Kasih... Masihkah kau tak mengerti Walau tubuhku dipeluk, dicium, dicintai hati yang lain Tidak dengan jiwaku Jiwa yang akan selalu menjadi milikmu Jiwa yang pernah kau dekap Jiwa yang dulu kau ajak bercinta Di peraduan harapan dan impian Kasih... Tak inginkah kau jiwa ini kembali Berada dalam relung hatimu Berada dalam dekapanmu Bahkan di peraduan mimpimu Kasih... Kulelah... Mencoba berlari dari tali kasihmu Tali yang telah mengikatku demikian rupa Dengarlah ...

haaaaaiiiiiiii

Hai pada saat kalian membaca dua puisi tersebut jangan pernah berpikir itu adalah puisi yang baru saja kubuat. Itu dah lama dibuat bahkan sebelum aku ngeblog. Ceritanya ini khan mo pindahan kos jadinya kemarin bebenah abis abisan pokeko eh.. pokoke. Nah pada saat bebenah dengan terbang (ingatlah kata berawalan ter berarti merupakan tindakan yang tidak sengaja maka arti dari kalimat ini adalah tidak sengaja bang) Kita ulangi kalimat terakhir.... nah pada saat bebenah tidak sengaja terlihat sebuah (huruf e dibaca seperti EDIT)kertas yang lumayan kumel, dan ternyata di sana tercoret kalimat kalimat tak bersambung namun bermakna *duh kalimatnya* Oleh karenanya aku berpikir cocok lah dimasukkan ke dalam Blog ku tercinta ini. Pada saat mengetik ini aku dalam kondisi lapar, ngantuk dan satu hal yang bikin aku kesal adalah bau minyak wangi (dibaca parfum)punya temenku si purnomo. gillaaa bener wanginya mo bikin aku ngeluarin isi perut. Emang salahku sih main semprot minyak wangi (INGAT BACA...

Pulang

Aku ingin pulang Rindu di dada sudah mendesak Aku ingin pulang Tuk hapuskan resah di jiwa Tangis di malam hari Aku ingin pulang Tuk bersandar di pangkuan bunda Tuk berkumpul dengan saudara Tuk berjuang bersama ayah Aku ingin pulang Tuk mengambil sisa maaf Dari orang yang terluka Tuk memberi maaf kepada yang melukai Aku ingin pulang Karena tangis sudah tak terbendung Aku ingin pulang Karena ….. Aku ingin Aku ingin pulang Karena aku akan pergi Tuk selamanya

Sang Bunga Duka

Bunga duka tertabur di atas makam Tanpa tahu itu hak siapa Tanpa tahu itu siapa Tanpa apa – apa Bunga duka menangis di atas makam Tanpa mengerti apa yang ditangisinya Tanpa perduli apa penyebabnya Tanpa apa – apa Bunga duka menyatu dengan makam Sebagai teman penghuninya Walau tak bisa berbuat apa – apa Bunga duka hanya berdoa demi temannya Tanpa tahu pendoa lainnya Tanpa apa – apa Bunga duka Hanyalah Bunga duka Yang tertabur di atas makam Tanpa tahu siapa Tanpa tahu mengapa Tanpa apa – apa

sori banget

maaf semuanya ya 2 hari ini belom bisa ngupdate soalnya lagi pengen pulang cepet aja and badan lagi gak enak banget seminggu ini jadi harus pulang cepat untuk recovery. Mohon maaf ya, Selain alasan di atas gw mo running motor baru( akhirnya kebeli juga tuh barang, walau gak ngomong ma ortu). Semoga dengan segala kegembiraan dan musibah yang gw dapet belakangan ini gw bisa semakin sadar bahwa gw harus TOBAT dari segala kesalahan gw. Sekali lagi gw minta maap belom bisa ngupdate sori banget ya